GURU KIMIA YANG PROFESIONAL DALAM PERSFEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Diperuntukan Dalam Rangka Memenuhi Tuntutan Tugas Mata Kuliah Psikologi Pendidikan Untuk Menempuh Ujian Akhir Smester
Dosen : Muhibbinsyah, M.Pd
Didah Halimah
( 208 204 094 )
Kimia A Smester II
PROGRAM STUDY PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2009
BAB I
PENDAHULUAN
Komponen yang selama ini dianggap sangat mempengaruhi proses pendidikan adalah komponen duru. Hal ini memang wajar, sebab guru merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai subjek dan objek belajar. Bagaimanapun bagus dan idealnya kurikulum pendidikan, tanpa diimbangi kemampuan guru dalam mengiumplementasikannya, maka semuanya akan kurang bermakna. Oleh karena itu, untuk mencapai standar proses pendidikan sebaiknya dimulai dengan menganalisis komponen guru.
Strategi pencapaian proses pendidikan melalui peningkatan dan perbaikan dilihat dari sudut guru yang meliputi tentang peningkatan profesional guru serta mengoptimalkan peran guru dalam prosesa pembelajaran.
Seorang guru perlu memiliki kemampuan merancang dan mengimplementasikan berbagai strategi pembelajaran yang dianggap cocok dengan minat dan bakat serta sesuai dengan perkembangan siswa. Dengan demikian seorang guru perlu memiliki kemampuan yang khusus, kemempuan yang tidak mungkin dimiliki oleh orang bukan guru. “A teacher is person charged with responbility of helping others to learn and to behave in new different ways “(James M.Cooper,1990). Itulah sebabnya pekerjaan guru adalah profesional. Guru yang professional adalah guru yang menguasai materi bidang keilmuannya secara mendalam serta memiliki kemampuan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan baik.
BAB II
GURU KIMIA YANG PROFESIONAL DALM PERSFEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN
A. Mengajar Kimia Sebagai Pekerjaan Profesional
Ciri dan karakteristik dari proses mengajar sebagai tugas utama profesi guru:
a) Mengajar kimia bukanlah sebatas menyampaikan materi pelajaran kimia saja, akan tetapi merupakan pekerjaan yang bertujuan dan bersifat kompleks, jadi seorang guru kimia yang profesional diperlukan latar belakang yang sesuai, yaitu latar belakang kependidikan keguruan kekimiaan.
b) Tugas seorang guru kimia adalah mengantarkan siswa kearah tujuan yang diinginkan.
c) guru kimia perlu memiliki tingkatan keahklian di bidang kimia yang memadai yang hannya bisa didapatkan dari suatu lembaga pendidikan khusus yaitu lembaga pendidikan keguruan di bidang kimia.
d) mempersiapkan generasi muda yang dapat hidup dan berperan aktif dimasyarakat dengan mengamalkan ilmu yang dimilikinya.
e) peka terhadap dinamika perkembangan masyarakat.
B. Kompetensi Profesional Guru
Johnson mengatakan “Competency as rational performance which satisfactirily meets the objective for a desired condition”(Charles E.Johnson,1974). Menurutnya kompetensi adalah perilaku rasional guna mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan.
:Dalam undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 dikemukakan bahwa kompetensi guru itu mencakup kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional.
a. Kompetensi paedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, peserta didik, pengembangan kurikulum atau silabus, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, pemanfaatan teknololgi pembekajaran, rvaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
b. Kompetensi kepribadian, sekurang-kurangnya mencakkup kepribadisn yang mantap, stabil, dewasa, arif dan bijaksana, berwibawa, berahlak mulia, menjadi tauladan bagi siswa dan masyarakat, secara objektif mengevaluasikinerja sendiri serta mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.
c. Kompetensi social merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat yang sekurang-kurangnya meliputi kompetensi untuk berkomunikasi, menggunakan teknollogi komunikasi dan informasi secara fungsional, bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikanlain, orang tua siswa, dan bergaul secara santun dngan masyarakat sekitar.
C. Optimalisasi Peran Guru Kimia dalam Proses Pembelajaran
Guru kimia yang professional harus bias menjalankan perannya dengan baik, peran guru kimia yang professional antara lain sebagai berikut:
1. Guru sebagai sumber belajar
Sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran hendaknya guru kimia melakukan hal-hal berikut: memiliki bahan referensi yang lebih banyak dibandingkan dengan siswa, menunjukan sumberbelajar kimmia yang dapat dipelajari oleh siswa yang biasanya memilikikemampuan belajar diatas rata-rata siswa yang lain,melakukan pemetaan tentang materi pelajaran kimia, misalnya dengan menentukan mana materi inti, dan mana materi tambahan.
2. Guru sebagai fasilitator
Guru kimia berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran kimia. Guru yang professional dalam menjalankan perannya sebagai seorang fasilitator adalah harus memehami dan mampu mengorganisasikan berbagai media sumber belajar, memiliki keterampilan dalam merancang suatu media pembelajaran, serta memilikikemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa.
3. Guru kimia sebagai pengelola (learning manager)
Guru berperan dalam menciptakan ikllim belajar yang memungkingkan siswa dapat belajar kimia secara nyaman. Prinsip-prinsip belajar yang harus diperhatikan guru adalah segala sesuatu yang dipelajari siswa maka siswa harus mempelajarinnya sendiri, perbedaan kecepatan belajar siswa, pemberian reinforcement, penguasaan secara penuh dari setiap langkah belajar, pemberian tanggung jawab kepada siswa untuk memotifasi belajar.
4. Guru sebagai demonstrator
Dalam hal ini guru berperan untuk mempertunjukan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami pesan yang disampaikan.
5. Guru sebagai pembimbing
Karena perkembanngan setiap siswa tidaklah sama maka siswa memerlukan pembimbing agar dapat menemukan potensi yang dimilikinya sebagai bekal hidup mereka.
6. Guru sebagai motivator
Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal guru yang professional harus bisa membangkitkan motivasi belajar siswa, anatara lain dengan memperjelas tujuan yang ingin dicapai, membangkitkan minat siswa, menciptakan suasana yang mennyenangkan ketika belajar, memberikan pujian yang wajarterhadap keberhasilan setiap siswa, memberikan penilaian dan komentar terhadap pekerjaan siswa, serta menciptakan persaingan dan kerjasama antar siswa.
7. Guru sebagai evaluator
Dalam hal ini guru berperan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. Ada dua macam evaluasi yaitu evaluasi untuk menentukan keberhasilan siswa dalam menyerap meteri kurikulim dan evaluasi untuk menentukan keberhasilan guru dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang telah diprogramkan.
Dengan memahami psikologi pendidikan, seorang guru profesional melalui pertimbangan – pertimbangan psikologisnya diharapkan dapat :
a. . Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat.
b. Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai
c. Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling
d. Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalahini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kimia Dasar II, yang merupakan syarat untuk bisa mengikuti ujian akhir semester genap mata kuliah Kimia Dasar II. Makalah ini membahas tentang Unsur Halogen, sifat-sifatnya, pembuatan dan kegunaannnya dalam kehidupan.
Kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan pembuatan makalah ini penulis mengucapkan terimakasih, semoga segala bantuannya mendapatkan balasan dari Allah SWT.
Kritik dan saran sangat penulis harapkan demi perbaikan penulisan dimasa yang akan datang. Semoga makalahini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca sekalian.
Salah satu ciri masyarakat dan Negara yang sedang berkembang adalah dengan adanya kemajuan dibidang pembangunan baik pembangunan materil maupun pembangunan spiritual. Pembangunan spiritual salah satunnya adalah denganmeningkatkan kualitas sumberdayamanusianya.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat di lihat dari penggunaan teknologi, kemajuan di bidang industri,dan banyaknyamasyarakat yang mengenyam pendidikan. Saat ini ilmu pengetahuan yang sedang berkembang adalah ilmu-ilmu dibidang MIPA. Terutama ilmu kimia.
Di sadari ataupun tidak ilmu kimia memilki peranan yang sangat penting dalam kehidupan kita. Dimulai daripenyusun kromosom, pakaian kita, lingkungan kita, bahkan diri kita merupakan materi kimia.
Salah satu materi kimia yang sering kali di gunakan dalam kehidupan manusia adalah unsur-unsurhalogen. baik di bidang industri, pengobatan,dan lain sebagainya. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mencoba mengungkapkan mengenai “UNSUR HALOGEN DALAM KEHIDUPAN”.
Dalam penulisan makalah ini penulis merasa perlu untuk mengemukakan sistematika penulisan, yaitu sebagai berikut:
BAB I, merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakng penulisan, tujuan penulisan makalah,dan sistematika penulisan makalah.
BAB II, mereupakan isi atau pembahasan mengenai isi makalahyang membahas tentang halogen, sifat-sifatnya, proses pembuatannya, dan penggunaannya dalam kehidupan.
BAB III, merupakan penutup yang terdiri dari simpulan.
Istilah halogen adalahunsur yang menghasilkan garam, bila bergabung dengan logam. Kata halogenberasal dari tatanama saintifik Perancis pada abad ke-18.
Halogen adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan 7 (VII atau VIIA pada sistem lama) di tabel periodik. Halogen merupakan golongan yang sangat reaktif dalam menerima elektron dan bertindak sebagai elektron kuat.
Halogen tidak menunjukan sifat logam. Jumlah electron pada kulit terluarnya adalah 7 elektron, mampu menerima sebuah electron dalam membentuk ion Halida, atau membentuk pasangan elektron dengan atom lain membentuk ikatan kovalen tunggal.
Unsur-unsur halogen secara alamiah berbentuk molekul diatomik. Mereka membutuhkan satu tambahan elektron untuk mengisi orbit elektron terluarnya, sehingga cenderung membentuk ion negatif bermuatan satu. Ion negatif ini disebut ion halida, dan garam yang terbentuk oleh ion ini disebut halida.
Halogen merupakan golongan non-logam yang sangat reaktif, sehingga unsur-unsurnya tidak dijumpai pada keadaan bebas. Pada umumnya ditemukan dialam dalam bentuk senyawa garam-garamnya. Garam yang terbentuk disebut Halida. Flourin ditemukan dalam mineral-mineral pada kulit bumi: fluorspar (CaF2) dan kriolit (Na3AlF6). Klorin, Bromin, dan Iodin terkandung pada air laut dalam bentuk garam-garam halida dari natrium, magnesium, kalium, dan kalsium. Garam halida yang paling banyak adalah NaCl 2,8% berat air laut. Banyaknya ion halida pada air laut : 0,53 M Cl- ; 8X10-4 M Br- ; 5X10-7 M I-. Selain itu, klorin ditemukan di alam sebagai gas Cl2, senyawa dan mineral seperti kamalit dan silvit.
Iodin ditemukan dalam jumlah berlimpah sebagai garan (NaIO3) di daerah Chili, Amerika Serikat. Iodin yang ditemukan dalam senyawa NaI banyak terdapat pada sumber air diwatudakon ( Mojokerto).
Selain di alam, ion halida juga terdapat dalam tubuh manusia. Ion clorida merupakan anion yang terkandung dalam plasma darah, cairan tubuh, air susu, air mata, air ludah, dan cairan ekskresi. Ion iodida terdapat dalam kelenjar tiroid. Ion flourida merupakan komponen pembuat bahan perekat flouroaptit [Ca5(PO4)3F] yang terdapat pada lapisan email gigi.
Unsur-unsur ini tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, melainkan dalam bentuk garamnya. Oleh karena itu unsur-unsur nonlogam ini dinamakan HALOGEN, yang berasal dari kata halos=garam genes=pembentuk jadi artinya pembentuk garam. Unsur nonlogam yang termasuk ke dalam golongan Halogen yaitu Fluor (F2), Klor (Cl2), Brom (Br2), Iodium (I2), dan Astatin (At2).
1. Fluor
Ditemukan dalam fluorspar oleh Schwandhard pada tahun 1670 dan baru pada tahun 1886 Maisson berhasil mengisolasinya. Merupakan unsur paling elektronegatif dan paling reaktif. Dalam bentuk gas merupakan molekul diatom (F2), berbau pedas, berwarna kuning mudan dan bersifat sangat korosif. Serbuk logam, glass, keramik, bahkan air terbakar dalam fluorin dengan nyala terang. Adanya komponen fluorin dalam air minum melebihi 2 ppm dapat menimbulkan lapisan kehitaman pada gigi.
2. Klor
Ditemukan oleh Scheele pada tahu 1774 dan dinamai oleh Davy pada tahun 1810. Klor ditemukan di alam dalam keadaan kombinasi sebagai gas Cl2, senyawa dan mineral seperti kamalit dan silvit. Gas klor berwarna kuning kehijauan, dapat larut dalam air, mudah bereaksi dengan unsur lain. Klor dapat mengganggu pernafasan, merusak selaput lender dan dalam wujud cahaya dapat membakar kulit.
3. Brom
Ditemukan oleh Balard pada tahun 1826. merupakan zat cair berwarna coklat kemerahan, agak mudah menguap pada temperatur kamar, uapnya berwarna merah, berbau tidak enak dan dapat menimbulkan efek iritasi pada mata dan kerongkongan. Bromin mudah larut dalam air dan CS2membentuk larutan berwarna merah, bersifat kurang aktif dibandingkan dengan klor tetapi lebih reaktif dari iodium.
4. Iodium
Ditemukan oleh Courtois pada tahun 1811. Merupakan unsur nonlogam. Padatan mengkilap berwarna hitam kebiruan. Dapat menguap pada temperatur biasa membentuk gas berwarna ungu-biru berbau tidak enak (perih). Di alam ditemukan dalam air laut (air asin) garam chili, dll. Unsur halogen ini larut baik dalam CHCl3, CCl4, dan CS2tetapi sedikit sekali larut dalam air. Dikenal ada 23 isotop dan hanya satu yang stabil yaitu 127I yang ditemukan di alam. Kristal iodin dapat melukai kulit, sedangkan uapnya dapat melukai mata dan selaput lendir.
5. Astatin
Merupakan unsur radioaktif pertama yang dibuat sebagai hasil pemboman Bismuth dengan partikel-partikel alfa (hasil sintesa tahun 1940) oleh DR. Corson, K.R. Mackenzie dan E. Segre. Dikenal ada 20 isotop dari astatin, dan isotop At(210) mempunyai waktu paruh 8,3 jam (terpanjang). Astatin lebih logam disbanding iodium. Sifat kimianya mirip iodium, dapat membentuk senyawa antar halogen (AtI, AtBr, AtCl), tetapi belum bisa diketahui apakah At dapat membentuk molekul diatom seperti unsur halogen lainnya. Senyawa yang berhasil dideteksi adalah HAt dan CH3At.
I2larut dalam KI membentuk garam poli iodida I2+KKl3 I2larut terhadap alkohol coklat
vSifat Fizik
Sifat-sifat fizik halogen berubah secara beransur-ansur apabila menuruni kumpulan. Beberapa sifat fizik halogen ialah seperti:
§Semua halogen adalah bukan logam.
§Semua halogen wujud sebagai molekul dwiatom pada suhu bilik.
§Warna elemen-elemen kumpulan VII semakin gelap apabila menuruni kumpulan.
§F = gas kuning pucat
§Cl= gas kuning kehijauan
§Br= cair merah gelap (dengan asap merah)
§I = pejal kelabu kehitaman (menjalani pemejalapan kepada asap ungu)
§ukuran atom (jari-jari atom) halogen semakin bertambah.
§Sangat reaktif dan senang menjadi garam. Kereaktifan berkurang menuruni kumpulan.
§Semua halogen mempunyai kekuatan yang rendah. Walau bagaimanapun, kekuatan halogen semakin bertambah apabila semakin menurun dalam system periodik unsur.
§Semua halogen mempunyai titik lebur dan titik didih yang rendah kerana molekul-molekul halogen ditarik bersama oleh daya Van der Waals yang lemah dan hanya sedikit tenaga diperlukan untuk mengatasinya. Semakin ke bawah, titik lebur dan titik didih halogen meningkat.
Dalam membincangkan sifat kimiahalogen, kadangkala fluorin dan astatin diabaikan. Hal ini demikian kerana semua isotop astatin adalah bahan radioaktif. Fluorin juga mempunyai sifat-sifat anomali karena ukurannya yang kecil dan keelektronegatifannya yang tinggi.
Auto oksidasi reduksi atau disdroporsionasi adalah senyawa halogen yang reaksinya berkawanan dilingkungan asam dan basa. Iod stabil dilingkungan asam akan tetapi dapat berubah menjadi iodat dalam suasana basa.
6I2 +12OH- 2IO3- + 10I- + 6H2O
Pada reaksi ini iod (I2) dengan bilok= 0 teroksidasi menjadi iodat dengan bilok +5 dan tereduksi menjadi iodida (I-) dengan bilok = -1.
Semua halogen larut dalam air dan membentuk asam halida dan asam hipohalida. Fluor bereaksi sempurna dengan air. Berbeda dari Cl2, Br2, dan I2, fluor sangat cepat bereaksi dengan air menghasilkan O2 dan HF.
Air khlor: Cl2 + H2OHCL + HClO
Air Brom: Br2 +H2OHBr + HBrO
Garam halida larut dalam air kecuali Ag+, Pb+, dan Hg2+.
Bila diteteskan NH4OH, AgCl akan larut , AgBr sedikit larut, tetapi AgI tidak larut. Air khlor juga dapat dipakai menunjukan halogen.
Air khlor + Cl -
Air khlor + Br-Br2 merah coklat, sedikit ;arut dalam
Cs2coklat
Air khlor + I- I2 merah coklat. Larut dalam
Cs2ungu
Atau dengan kanji biru
Brom dan iod dapat larut dalampelarut non polar, seperti alcohol CCl4, CHCl3, dan CS2.salah satu sifat HF yang paling penting adalah HF dalam benruk ga atau larutan akan bereaksi dengan SiO2 sehingga dalam penyimpanannya harus disimpan dalam plastic teflan dan tidak dalam kaca.
Halogen dapat membentuk empat macam senyawa antar halogen. XX1, XX13, XX15, XX17. senyawa ini dapat dibuat dengan mereaksikan langsung unsur-unsur tersebut dalam tabung nikel.contoh senyawa anatar halogen:
Asam oksi adalah halogen yang mengandung oksigen. Hamya fluor yang tidak bias membentuk asam oksi. Misalnya HClO, HClO2,HClO3, HClO4. Makin banyak atom oksigen yang terikat pada atom Cl, makin lemah ikatan H-O makin kuat asam tersebut. HClO< HClO2< HClO3< HClO4
Ion Cl mempunyai bilok yang cukup banyak (hal ini di sebabkan oleh afinitas elektron dari atom Cl yang sangat tinggi.
Senyawa fluoride banyak digunakan dalam industri. Fluorospar, CaF2 digunakan dalamjumlah yang besar diindustri baja. Sebagai fluks fluoride dapat berfungsi dengan baik sehingga oksida leburan lebih efisiensi dan dapat memecah terak polimer yang kental. Fluoride seperti CaF2 dapat menimbulkan polusi. Polusi udara dari partikrl flioridabiasanya berasal dari industri alumunium, bata, genteng dan bubuk fosfat.
Jika terus menerus untuk waktu yang lama seseorang menyentuh ion F-di atas 6 ppm, dapat menderita keracunan fluorosisyang merusak tulang dan gigi. Di beberapa Negara ion F- di tambah kedalam air PAM sehingga ion F- mencapai 1 ppm. Fluorida yang digunakan adalahNaF, HF, CaF2 (dengan Al3+). Untuk meningkatkan kualitas email gigipasta gigi di tambah SnF2, atau NaF. Email gigi mengandung hidroksi apatit 3 Ca3(PO4)2.Ca(OH)2 dan sebagian melindungi karbonat. Sisa makanan yang membusuk dapat menghasilkan asam yang dapat merusak OH- dari apatit.Dengan adanya ion F-pada gigi ank-anak terbentuk fluorapatit yang tahan asam dan kuat. Daun the dapat mengandung ion F- , sampai 100 ppm, dan satu cangkir teh dapat mangandung 1 ppm F-.
Dalam ikatan pengoksidaan, halogen bertukar dari X2kepada X-(aq). Oleh kerana kekuatan pengoksidaan berkurangsemakin kebawah, satu halogen bisa memberikan halogen yang berada dibawahnya. Sebagai contoh, apabila Cl2ditambah dalam larutan kalium bromida, KBr, dan kalium iodida, KI, berikatan yang berlaku adalah seperti berikut:
·Cl2(aq) + 2Br-(aq) → 2Cl-(aq) + Br2(aq)
·Cl2(aq) + 2I-(aq) → 2Cl-(aq) + I2(aq)
terdapat satu masalah - larutan halida tidak berwarna (larutan halogen yang cair juga kadang-kadang tidak berwarna). Untuk memudahkan pemerhatian dijalankan, biasanya sikloheksana ditambahkan. Halogen larut dengan lebih mudah dalam pelarut organik berbanding dalam bentuk akueus. dalam sikloheksana, bromin berwarna jingga terang manakala iodin ungu.
Sebagai contoh, apabila air bromin dilarutkan dalam sikloheksana, warna jingga terang dapat dilihat. Apabila KI ditambahkan, warna jingga terang bertukar kepada ungu, tanda bahawa tindak balas penyesaran berlaku.
Halogen berikatan dengan hidrogen untuk membentuk hidrogen halida.
H2+ X2→ 2HX (X mewakili satu-satu halogen)
Kereaktifan ikatanberkurang apabila semakin menurun kerana ukuran atom yang semakin besar. Hidrogen klorida meletup jika terkena sinaran ultraviolet tetapi H dan Br hanya akan berikatan dengan perlahan . Iodin juga akan berikatan dengan H jika diberikan energi, namun ikatan ini tidak lengkap.
Corak kereaktifan ini dapat diterangkan dengan dua cara. Pertama, melalui ukuran atom halogen. Oleh kerana semua halogen berikatan dengan hidrogen, maka ukuran hidrogen adalah tetap. Semakin kebawah, ukuran atom semakin besar dengan pertambahan petala. Hal ini menyusahkan inti hidrogen berinteraksi dengan inti halogen untuk membentuk ikatan kovalen.
Berlangsungnya suatu reaksi tidak hanya ditentukan oleh potensial sel. Tetapi, berlangsung tidaknya suatu reaksi dapat dilihat dari reaksi pendesakkan halogen. Halogen yang terletak lebih atas dalam golongan VII A dalam keadaan diatomik mampu mendesak ion halogen dari garamnya yang terletak dibawahnya.
Potensial reduksi F2 paling besar sehingga akn mudah mengalami reduksi dan disebut oksidator terkuat. Sedangkan terlemah adalah I2 karena memiliki potensial reduksi terkecil.
Sifat oksidator: F2 > Cl2 > Br2 > I2
Sifat reduktor : I- > Br- > Cl- > F-
Reduktor terkuat akan mudah mengalami oksidasi mudah melepas elektron ion iodida paling mudah melepas electron sehingga bertindak sebagai reduktor kuat.
Sifat asam yang dapat dibentuk dari unsur halogen, yaitu: asam halida, dan oksilhalida.
a. Asam halida (HX)
Asam halida terdiri dari asam fluorida (HF), asam klorida (HCl), asam bromida (HBr), dan asam iodida (HI). Kekuatan asam halida bergantung pada kekuatan ikatan antara HX atau kemudahan senyawa halida untuk memutuskan ikatan antara HX.
Dalam golongan VII A, semakin keatas ikatan antara atom HX semakin kuat. Urutan kekuatan asam :
HF < HCl < HBr < HI
b. Titik didih asam halida
Titik didih dipengaruhi oleh massa atom relative (Mr) dan ikatan antar molekul :
Semakin besar Mr maka titik didih semakin tinggi.
Semakin kuat ikatan antarmolekul maka titik didih semakin tinggi.
Pengurutan titik didih asam halida:
HF > Hi > HBr > HCl
Pada senyawa HF, walaupun memiliki Mr terkecil tetapi memiliki ikatan antar molekul yang sangat kuat “ikatan hydrogen” sehingga titik didihnya paling tinggi.
Halogen bereaksi dengan sebagian besar logam menghasilkan senyawa garam/halida logam.
2Na + Cl2 → NaCl
2Fe + 3Cl2 → 2FeCl3
Sn + 2Cl2 → SnCl4
Mg + Cl2 → MgCl2
2Al + 3Cl2 → 2AlCl3
Halida logam yang terbentuk bersifat ionic jika energi ionisasina rendah dan logamnya memiliki biloks rendah. Hamper semua halide bersifat ionik. Contoh Na+, Mg2+, Al3+. Sedangkan yang bersifat semi ionok adalah AlCl3.
Halogen bereaksi dengan non-logam membentuk asam halida/senyawa halide. Halogen dapat bereaksi dengan oksigen,fosfor, dan beberapa unsur lain. Contoh :
Reaksi halogen dengan basa enser dingin menghasilkan halida ( X- ) dan hipohalida ( XO- ), sedangkan reaksi halogen dengan basa pekat panas menghasilkan halida ( X- ) dan halat ( XO3- ). Contoh :
X2 + 2NaOH ( encer, dingin ) → NaX +NaXO + H2O ( X = Cl, Br, I )
X2 + 2NaOH ( pekat, dingin ) → NaX +NaXO + H2O ( X = Cl, Br, I )
Fluor yang terbentuk dikompres kedalam tabung baja.
Flourin diperoleh melalui proses elektrolisis garam kalium hydrogen flourida (KHF2) dilarutkan dalam HF cair, ditambahkan LiF 3% untuk menurunkan suhu sampai 100oC. Elektrolisis dilaksanakan dalam wajah baj dengan katode baja dan anode karbon. Campuran tersebut tidak boleh mengandung air karena F2yang terbentukakan menoksidasinya.
KHF2 → K+ + HF2-
HF2 → H+ + 2F-
Katode : 2H+ + 2e- → H2
Anode : 2F- → F2 + 2e-
Untuk mencegah kontak (reaksi) antara logam Na dan gas Cl2 yang terbentuk digunakan diafragma berupa monel ( sejenis campuran logam ).
Klor(Cl2)
a.Sel down : elektrolisi leburan natrium klorida
Proses downs yaitu elektrolisis leburan NaCl (NaCl cair). Sebelum dicairkan, NaCl dicampurkan dahulu dengan sedikit NaF agar titik lebur turun dari 800oC menjadi 600oC.
Katode : Na+ 2e- → Na
Anode : 2Cl- → Cl2 + 2e-
Untuk mencegah kontak (reaksi) antara logam Na dan Cl2 yang tebentuk, digunakan diafragma lapisdan besi tipis.
b.Sel Castner-Kellner atau sel Billitar, elektrolisis larutan pekat NaCl.
c.Proses gibbs, yaitu elektrolisis larutan NaCl.
Katode : 2H2O + 2e- → 2OH- + H2
Anode : 2Cl- → Cl2 + 2e-
d.Modifilasi proses Deacon
Oksidasi gas HCl yang mengandung udara dengan menggunakan katalis tembaga.
4 HCl + O22 Cl2 + 2 H2O
Berlangsung pada suhu ± 430oC dan tekanan 200 atm. Hasil reaksinya teercampur ± 44% N2.
Brom (Br2)
a)Dalam ekstra KCl dan MgCl2 dari carnalite terdapat MgBr2 0,2%
MgBr2 + Cl2MgCl2 + Br2
b)Airlaut disamakan dengan H2SO4 encer dan direaksikan dengan klor, penambahan asam dilakukan agar tidak terjadi hidrolisis. Dengan penghembusan udara diperoleh volume yang cukup besar yang mengandung brom kemudian dicampur dengan SO2 dan uap air.
SO2 + Br2 + H2O2 HBr + H2S04
Kemudian direaksikan dengan Cl2
2 HBr + Cl22 HCl + Br2
Penyulingan dengan KBr dapat menghilangkan klor dan dengan penambahan KOH dapat menghilangkan I2.
Cl2 + 2 KBr2 KCl + Br2
I2 + OH-I- + OI- + H2O
Yod(I2)
a)Garam chili mengandung NaIO3 0,2 %
Setelah mengkristalkan NaNO3, filtrat yang mengandung IO-3 di tambah NaHSO3 lalu di asamkan.
Endapan I2 yang terbentuk disaring dan dimurnikan dengan cara sublimasi.
Pembuatan HaLogen di Laboratorium
Di laboratorium, zat-zat kimia dibuat dalam jumlah seperlunya untuk digunakan eksperimen/praktikum dengan cara yang cepat dan alat yang sederhana. Klorin, bromin, dan iodine dapat dihasilkan dari oksidasi terhadap senyawa halida dengan oksidator MnO2 atau KMnO2 dalam lingkungan asam. Senyawa halide dicampurkan dengan MnO2 atau KMnO2 ditambahkan H2SO4 pekat, kemudian dipanaskan. Reaksi yang berlangsung secara umum :
2X- + MnO2 + 4H+ → X2 + Mn2+ + 2H2O
10X- + 2MnO4- + 16H+ → 5X2 + 2Mn2+ + 8H2O
Senyawa klorin juga dapat dibuat dalam skala labooratorium dengan cara :
Sifat oksidator bromin yang tidak terlalu kuat. Dalam proses industri, bromine dibuat dengan cara mengalirkan gas klorin ke dalam larutan bromide.
Reaksi : Cl2 + 2Br- → Br2 +2Cl-
Dalam skala laboratorium, bromin dibuat dengan cara :
o Mencampurkan CaOCl2, H2SO4, dengan bromida.
CaOCl2 + H2SO4 → CaSO4 + H2O + Cl2
Cl2 + 2Br- → Br2 + 2Cl-
o Mencampurkan KMnO4 dan HBr pekat.
o Mencampurkan bromide, H2SO4, dan MnO2.
Unsur iodine dapat dibuat dengan cara.
o Dengan mereaksikan NaIO3 dan natrium bisilfit.
2NaIO3 + 5N4H2SO3 → 3NaHSO4 + 2Na2SO4 + H2O + I2
o Dalam skala laboratorium pembuatan iodin analog dengan pembuatan bromin, hanya saja bromida diganti dengan iodida.
Senyawa HF dan HCl dapat dibuat juga di laboratorium dengan mereaksikan garam halide (NaF dan CaCl2) dengan asam sulfat pekat dan dipanaskan sesuai dengan persamaan reaksiberikut :
2NaF + H2SO4 → Na2SO4 + 2HF
CaCl2 + H2SO4 → CaSO4 +2HCl
Senyawa HI dan HBr tidak dapat dibuat seperti itu karena Br- atau I- akan dioksidasi oleh H2SO4.
2NaBr + H2SO4 → Na2SO3 + Br2 + H2O
MgI2 + H2SO4 → MgSO3 + I2 + H2O
HBr dan HI biasanya dibuat dengan pereaksi H3PO4.
3NaBr +H3PO4 → Na3PO4 + 3HBr
3MgI2 + 2H3PO4 → Mg3(PO4)2 + 6HI
Cl2, Br2 dan I2 dapat di buat dengan mereaksikan suatu halidealkali dengan asam sulfat encer dan MnO2.
MnO2 + 4 H+ + 2X-Mn2+ + 2 H2O + X2
Klor dapat di buat juga dengan reaksi
2 MnO-4 +10 Cl- + 16 H+2 Mn2+ + 8 H2O + Cl2
Brom dan yod dapat di buat dengan cara oksidasi bromidedan yodida dengan gas klor.
Istilah halogen adalahunsur yang menghasilkan garam, bila bergabung dengan logam. Kata halogenberasal dari tatanama saintifik Perancis pada abad ke-18.
Semua halogen wujud sebagai molekul-molekul dwiatom. Halogen lebih elektronegatif kerana mempunyai 7 elektrovalens - dua dalam subpetala s dan lima dalam subpetala p. Oleh kerana satu sahaja lagi elektron diperlukan untuk mencapai susunan oktet, maka halogen cenderung untuk menerima elektron dari unsur lain untuk memenuhkan petala elektron luarnya. Ini akan menghasilkan ion bertanda negatif satu, dan dipanggil ion halida; garam yang mengandungi ion ini dipanggil halida. Namun, klorin mampu menunjukkan nomor pengoksidaan dari -1 sehingga +7. Halogen boleh membentuk ikatan kovalen maupun ionik untuk mencapai susunan oktet.
Ion halida juga bias bereaksi dengan atom hidrogen/air untuk menghasilkan asid. Contoh reaksinya ialah klorin bereaksi dengan air menghasilkan asid hidroklorik dan asid hipoklorus (agen peluntur).
Unsur-unsur halogen mempunyai konfigurasi ns2 np5. unsure halogen merupakan unsure yang paling reaktif diantara unsure non logam. Titik leleh dan titik didih pada halogen bertambah jika no atom bertambah.,halogen mempunyai sifat-sifat fisika dan sifat kimia.
aku meminta bunga yang indah pada tuhan, tapi yang ia berikan sebuah kaktus.
aku meminta hewan kecil yang imut, manis dan menggemaskan, tapi yang tuhan berikan kepadaku seokor ulat bulu.
aku merenung,,,,,,,,,,,, apakah kesalahan ku hingga tuhan tidak mau mengabulkan permohonan ku???????????
seirin g dengan berjalannya waktu, kaktus itu tumabuh dan mengeluarkan sekuncup bunga yang sangat indah, dan ulat bulu itu bermetamorfosa mwenjadi seekor kupu-kupu yang elok nan menawan.
lalu aku sadar!!!!!!!!!!!! itulah tuhan, kehendaknya sangat sulit di tebak, oleh sebab itu apapun yang ia berikan harus selalu kita syukuri. oceeeeeeeeee!!!!!!!!!!!!!!!!